Sambang Lihum

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BLUD RSJ SAMBANG LIHUM

Melayani Dengan Penuh Kepedulian

Sambang Lihum

PERAN KELUARGA

PERAN KELUARGA DALAM PENANGANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Direktur RSJ Sambang Lihum, dr. IBG Dharma Putra, MKM., menyapa ramah orangtua pasien pada acara Family Gathering beberapa waktu lalu

Dalam rangka memperingati setahun berdirinya Poliklinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan, telah diselenggarakan acara Family Gathering Poliklinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja pada awal Maret 2017 yang lalu. Acara ini diharapkan bisa menjadi salah satu sarana komunikasi, informasi, dan edukasi bagi para orangtua yang telah mempercayakan putra putrinya untuk menjalani terapi anak berkebutuhan khusus di rumah sakit yang terletak di wilayah Gambut, Kabupaten Banjar ini. Selama satu tahun ini, tercatat lebih dari 90 anak berkebutuhan khusus telah menjalani terapi di Poliklinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Adapun program terapi yang tersedia antara lain adalah terapi sensori integrasi, terapi perilaku, terapi wicara, terapi okupasi, remedial teaching, dan pengobatan dengan obat-obatan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa.

Family gathering ini mengusung tema “Dengan peran serta aktif orangtua, bersama kita wujudkan anak yang sehat, ceria, dan mandiri”. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan perkembangan anak, orangtualah yang paling berperan penting untuk memenuhi kebutuhan anak, baik kebutuhan fisik maupun psikis. Kerjasama yang baik antara dokter, terapis, dan orangtua sangat diperlukan dalam penanganan anak berkebutuhan khusus. Melalui proses kerjasama yang baik, diharapkan terjadi suatu kepatuhan terhadap terapi yang akan sangat mendukung perbaikan fungsi kehidupan anak berkebutuhan khusus. Selain itu, terapis juga akan mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai potensi kekuatan dan ancaman kelemahan yang ada dalam keluarga terkait penanganan kondisi anak berkebutuhan khusus. Orangtua sangat berperan untuk memberikan pola asuh yang baik dan perlindungan pada anak yang tidak mungkin diberikan oleh terapis secara penuh.

 

Dukungan orangtua berperan sangat penting dalam tumbuhkembang anak

Berbagai tingkah laku anak dengan kebutuhan khusus

Tujuan dari penatalaksanaan anak berkebutuhan khusus adalah mengurangi masalah perilaku dan emosi, meningkatkan kemampuan belajar dan perkembangan anak terutama dalam penguasaan bahasa dan keterampilan kehidupan sederhana, serta menumbuhkan kemampuan sosialisasi dan adaptasi dalam lingkungan sosial. Tujuan ini akan dapat tercapai melalui suatu program terapi yang bersifat menyeluruh dan disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dalam hal ini keterlibatan aktif orangtua karena pada dasarnya, orangtualah yang paling mengetahui kebutuhan dan kondisi anaknya masing-masing. Kolaborasi yang solid antara tim terapis dengan orangtua dapat memberikan hasil yang optimal dalam pencapaian tujuan terapi.

 

 

dr. Yanuar S. Suroso, Sp.KJ., sedang memberikan tips dalam mengasuh anak dengan kebutuhan khusus kepada orangtua pasien

Galeri foto Family Gathering Poliklinik Anak & Remaja RSJ Sambang Lihum

 

http://rsjsambanglihum.kalselprov.go.id/?page_id=1622

 

Peran penting orangtua dimulai dengan pemahaman dan penerimaan orangtua terhadap kondisi anak berkebutuhan khusus. Orangtua berhak mendapatkan informasi yang benar tentang kondisi anaknya sehingga tidak terjadi salah penanganan karena ketidaktahuan orangtua. Orangtua juga bisa mengupayakan penanganan anak sesuai dengan kondisinya, mulai dari penanganan yang bernuansa terapi baik medis maupun psikologis sampai mencari program sekolah khusus yang tepat untuk masing-masing anak. Orangtua harus benar-benar terlibat dalam proses evaluasi program terapi dan pendidikan anak. Dan yang tidak kalah penting, kualitas komunikasi selama anak tinggal bersama orangtua sangat diperlukan untuk membina kelekatan dengan anak. Orangtua juga dapat menjadi anggota dari suatu perkumpulan orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk bisa saling berbagi pengalaman satu sama lain serta saling memberi motivasi dan dukungan positif.  (ocha)