Sambang Lihum

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BLUD RSJ SAMBANG LIHUM

Melayani Dengan Penuh Kepedulian

Sambang Lihum

“PARENTING CLASS” MENJAWAB KEBUTUHAN ORANG TUA ABK DI KALSEL

Parenting Class Khusus ABK

Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum melakukan terobosan baru dengan memfasilitasi kebutuhan informasi, edukasi dan penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kalimantan Selatan melalui “Parenting Class” yang diadakan secara rutin setiap hari Sabtu, minggu ke-4, pukul 09.00–11.00 WITA, bertempat di Gedung Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, Gambut, Banjar.

Kelas parenting ini merupakan wadah bagi orang tua ABK, pendidik ABK, serta masyarakat umum untuk berdialog langsung dengan tenaga ahli seperti Psikiater, Psikolog, Nutrisionis, Fisioterapis, Pedagog, dan Perawat.

Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp.50.000,- peserta akan mendapatkan materi, praktek, konseling kelompok, dan Focus Group Discussion (FGD).

“Parenting Class” untuk pertama kalinya telah dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 24 Februari 2018 dan dibuka secara resmi oleh Direktur RSJ Sambang Lihum, dr. H. IBG Dharma Putra, MKM.

Dharma Putra menegaskan komitmen RSJ Sambang Lihum untuk memperhatikan kebutuhan ABK yang acapkali terpinggirkan karena stigma negatif masyarakat.

“Kami berjanji akan memberikan pelayanan terbaik bagi anak istimewa dengan penataan gedung baru dan fasilitas kolam renang ukuran olimpiade, sehingga walaupun terpinggirkan namun terasa indah”, terang Dharma kepada sekitar 20 orang peserta yang sebagian besar adalah ibu-ibu.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Instalasi Psikologi, Rika Kisnarini, M.Psi. Psikolog, menjelaskan bahwa sebagian besar peserta Parenting Class kali pertama ini adalah pelanggan RSJ Sambang Lihum yang juga tergabung dalam FORKASI (Forum Komunikasi Orang Tua Anak Spesial Indonesia) cabang Kalimantan Selatan.

“Untuk kelas pertama ini banyak diikuti oleh anggota FORKASI yang anaknya tengah menjalani terapi rutin di RSJ Sambang Lihum, namun sebenarnya kelas ini terbuka bagi masyarakat luas yang haus akan pengetahuan khusus tentang ABK”, terang Rika Kisnarini.

“Peserta kelas ini memang dibatasi maksimal 20 peserta, namun jika permintaan membludak, kami akan tingkatkan intensitas penyelenggaraan kelas sehingga dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat”, tambah Rika.

Menurut Rika, kehadiran kelas parenting khusus ABK sangat penting untuk meningkatkan motivasi orang tua sekaligus mengurangi stigma negatif masyarakat.

Paparan materi oleh Psikolog